Mengapa Harus Melakukan Perencanaan Keuangan Sedini Mungkin

Awal Masalah

Budi, kelas menengah, udah 20 tahun bekerja masih belum bisa naik haji?

Jaka ,udah 20 tahun bekerja masih belum punya rumah sama sekali?

Ada loh, dan mungkin tidak sedikit. Kenapa?

  1. Kedua Hal di atas cukup mahal bagi orang kelas menengah. Sehingga perlu menabung terlebih dahulu.
  2. Nilai Tabungan mereka tergerus inlasi.
Inflasi; Perencanaan Keuangan
Sumber : OJK – Gorontalo, 2015

Kita harus menyikap realita pahit tersebut. Jikalau hanya protes dan diam kita hanya akan menjadi korban berikutnya.

Ada banyak penyebab inflasi, tetapi penyebab utamanya adalah karena uang kertas. Tidak akan saya jelaskan di sini mungkin di lain artikel. Atau pembaca bisa mengooglingnya untuk mencari artikelnya segera.

Untuk mencapai keinginan kita (mis, rumah, haji, dll) dan menyikapi realita inflasi tadi maka dibutuhkanlah perencanaan keuangan. Dan salah satu senjata utama dari perencanaan keuangan adalah compound interest

Apa? Compom…pong?

Berkenalan dengan Compound Interest

Compound interest adalah keajaiban dunia ke-8. Dia yang mengerti itu , mendapatkan penghasilan … dia yang tidak mengerti … membayarnya[1].

“Kekuatan terkuat di alam semesta adalah compound interest”

Albert Einstein[2]

Terlepas dari kata Einstein di atas, compound interest sebenarnya mudah dimengerti, bahkan anak SD pun bisa. Masalahnya banyak orang yang tidak mengetahui atau tidak mau mengetahui. Sehingga mereka tidak memanfaatkannya, malah bisa jadi dimanfaatkan orang lain untuk merugikan kita.

Terlihat ada kata interest di situ alias bunga (wah , haram dong). Memang, biasanya biasanya prinsip compound interest diterapkan pada pinjaman berbunga. Walaupun begitu, compound interest adalah konsep umum yang juga bisa digunakan pada investasi.

Jadi apa itu compund interest?

Compound interest adalah pertambahan dari pokok ditambah pertambahan di periode sebelumnya.

Bingungkan? Haha, saya juga bingung menjelaskannya. Jadi langsung kita analogikan dengan pohon saja. Pohon?

Compounding Interest, Perencanaan Keuangan Syariah
Compounding Interest alias Pohon Uang

Misalkan kita menanam pohon, sampai pohon tersebut berbuah. Kemudian, buah dari biji tersebut kita tanam menjadi pohon lagi, sehingga sekarang kita mempunyai dua pohon. Kemudia dua pohon tersebut berbuah. Biji buah dari kedua pohon tersebut kita tanam lagi, maka jadilah empat pohon. Begitu seterusnya.

Begitulah konsep compounding interest, sederhana bukan?

Sekarang kita ambil contoh ke investasi. Misalkan kita menginvestasikan uang kita sebesar 5 juta pada bisnis. Ternyata bisnisnya untung 20% alias 1 juta. Berarti modal kita sekarang sebesar 5 juta + 1 juta.

Kemudian pada periode berikutnya kita untung lagi 20%. Apakah 20% kita hitung dari 5 juta atau 6 juta. Pasti yang 6 juta bukan?

Periode 1 = 5 juta + 1 Juta —> (1 juta adalah 20% dari 5 juta)

Periode 2 = 6 juta + 1,2 juta —> (1,2 juta adalah 20% dari 6 juta)

Periode 3 = 7,2 juta + 1,44 juta —> (1,44 juta adalah 20% dari 7,2 juta)

DAN SETERUSNYA. DENGAN ANGGAPAN KEUNTUNGANNYA KONSTAN 20% (TENTU REALITANYA TIDAK, MALAH BISA RUGI)

Itulah Contoh konsep compounding interest.

Contoh Penerapan Compounding Interest : Haji

Ada 3 orang yang ingin naik haji, sebut saja Budi, Joni dan Jaka. Sikap mereka terhadap keinginan tersebut berbeda-beda. Budi berpikiran Haji itu ya kalau mampu saja, berarti tidak usah diusahaain. Jaka menabung setiap sebulan 100rb. Jaka Menginvestasikan dananya setiap bulan 100 ribu.

Hasilnya ?

Compounding Interest, Perencanaan Keuangan Haji

Joni sudah bisa naik haji, padahal dia hanya menyisihkan dananya 100rb perbulan. Sedangkan Jaka masih butuh beberapa tahun lagi. Budi? Dia menunggu adanya orang yang tiba-tiba memberangkatkan dia haji.

Pertanyaannya, bagaimana Joni bisa mendapatkan dana 75 juta sedangan Jaka hanya 48 juta? Bukankah Jaka menyisihkan 2x lipat lebih banyak daripada Joni?

Jawabanya adalah compound interest tadi. Jaka mendapat dana karena menabung setiap bulan 200ribu selama 240 bulan. Sedangkan Joni menginvestasikan dananya 100ribu setiap bulan. Setiap bulan dana joni berkembang berlipat ganda dengan asumsi keuntungan 10% pertahun*.

*pada kenyataannya, keuntungan 10% itu bisa naik bisa turun, namanya juga investasi.

.

.

.

Nah, sekarang sudah jelaskan kawan?

Ayo kita segera tentukan tujuan / goal / keinginan finansial kita mulai dari sekarang dan merencanakan strategi dengan mendapatkannya. Anda bisa mempelajari perencanaan keuangan di buku atau di internet, atau berlangganan gratis di KafeBerkah.xyz ini .


Sumber bacaan :

[1] https://www.goodreads.com/quotes/76863-compound-interest-is-the-eighth-wonder-of-the-world-he

[2] http://datagenetics.com/blog/april22014/index.html

Leave a Comment