Kategori Umur Menurut WHO yang Belum Banyak Diketahui Masyarakat

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, WHO mengeluarkan kategori umur terbaru yang berbeda dari kategori umur ketetapan Departemen Kesehatan.

Seperti apa kategori umur menurut WHO tersebut?

Kategori Umur Terbaru Menurut WHO

Adanya kategori umur baru yang dikeluarkan WHO membuat pihak yang berwenang mempertimbangkan kembali mengenai pengelompokkan pelayanan terhadap masyarakat. Mulai dari penyusunan kebijakan, program maupun kegiatan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat perlu ditinjau kembali.

Kategori umur WHO tersebut cukup berbeda dengan kategori umur sebelumnya maupun kategori umur dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Kategori umur menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2009 yakni sebagai berikut :

  • Masa balita usia 0 – 5 tahun
  • Masa kanak-kanak usia 5 – 11 tahun
  • Masa remaja awal usia 12 – 16 tahun
  • Masa remaja akhir usia 17 – 25 tahun
  • Masa dewasa awal usia 26 – 35 tahun
  • Masa dewasa akhir usia 36 – 45 tahun
  • Masa lansia awal usia 46 – 55 tahun
  • Masa lansia akhir usia 56 – 65 tahun
  • Masa manula usia 65 – ke atas

Usia lanjut usia tersebut kemudian masih terbagi lagi menjadi beberapa kelompok menurut WHO yakni :

  • Usia pertengahan yakni 45 – 59 tahun
  • Lanjut usia yakni 60 – 74 tahun
  • Lanjut usia tua yakni 75 – 90 tahun
  • Usia sangat tua yakni 90 tahun ke atas

Kemudian WHO melakukan perubahan yakni menetapkan pembagian umur yang baru. Bila dibandingkan dengan penggolongan usia menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia, kategori usia dari WHO jauh lebih sederhana.

WHO menggolongkan usia dengan pembagian seperti berikut :

  • Anak-anak di bawah umur usia 0 – 17 tahun
  • Pemuda usia 18 – 65 tahun
  • Setengah baya usia 66 hingga 79 tahun
  • Orang tua usia 80 – 99 tahun
  • Orang tua berusia panjang yakni usia 100 tahun ke atas.

Dampak Pembaruan Kategori Umur WHO

Pembaruan kategori umur dari WHO tersebut cukup mengejutkan mengingat batas atas usia pemuda 65 tahun. Itu artinya, orang berusia 60 tahun belum bisa dikelompokkan sebagai orang tua menurut standar baru WHO tersebut.

Uniknya usia 17 tahun masih dianggap sebagai anak-anak. Padahal menurut pengelompokan Departemen Kesehatan Republik Indonesia sebelumnya, usia 17 tahun sudah memasuki masa remaja akhir.

Hal ini tentu berdampak pada sudut pandang masyarakat terhadap usia yang dianggap dewasa atau tua. Selain itu, pelayanan maupun kebijakan kesehatan untuk masyarakat juga perlu ditinjau kembali. Kebijakan yang dahulu ditujukan untuk remaja misalnya, kini harus dipertimbangkan agar bisa diterapkan juga untuk orang berusia 65 tahun ke bawah.

Pertimbangan pembagian usia ini disesuaikan dengan kemampuan orang dalam beraktivitas. Kelompok usia tua atau manula ditujukan bagi usia 80 ke atas mengingat terbatasnya aktivitas yang masih bisa mereka lakukan.

Sedangkan usia di bawah 65 tahun masih dianggap usia muda atau dewasa karena masih banyak aktivitas yang bisa dilakukan oleh orang di rentang usia tersebut. Meski pengelompokan terbaru dari WHO ini berbeda, harapannya pembagian usia terbaru ini bisa memudahkan dalam meningkatkan taraf hidup manusia.

Penilaian terhadap kualitas kesehatan dan harapan hidup akan semakin mudah jika pengelompokan usia tak terlalu banyak. Hanya dengan memasukkan usia ke dalam 5 kategori, maka tak banyak variabel yang digunakan dalam perhitungan. Dengan begitu proses penilaian pun bisa semakin cepat.

Bagi masyarakat awam tentu kategori umur menurut WHO ini belum begitu populer. Masyarakat masih terbiasa menggunakan penilaian menurut Depkes RI. Tapi, tak ada salahnya sedikit demi sedikit berpindah mengikuti sistem yang baru.

Leave a Comment

GRATIS

RAHASIA Mendapatkan Rupiah di Youtube, Yang Bisa Dijalankan Secara SAMPINGAN Oleh SEMUA

-> SAYA MAU PANDUAN YOUTUBER

[ninja_form id=2]